Monday, July 22, 2013

1001 Gaya Bahasa Tulis Blogger

Saya tidak akan mengulangi sebuah bahasan yang sudah ditulis sesama blogger dengan bahasa yang sama, meskipun itu banyak dilakukan oleh blogger-blogger lain. Judul di atas saya gali dari tulisan sahabat blogger Elly di Dunia Ely. Shobat blogger saya anjurkan berkunjung di blognya, pasti shobat akan mendapat banyak pembelajaran, betapa seorang blogger Elly memiliki inteligensi yang luar biasa dalam berkreasi menulis. Apa saja yang ada di sekelilingnya akan menjadi bahan dia untuk menulis.

Menurut saya, menjadi seorang blogger itu bebas berkreasi. Mengapa? Pertama karena untuk menjadi seorang blogger tidak dituntut harus sudah berusia sekian, sekian dan sekian. Untuk bisa menjadi seorang blogger (pemula) yang penting sudah bisa menulis. Nanti dulu soal bobot tulisannya, yang penting berani dan berusaha menggali bakat menulisnya, right? Kedua, membangun blog itu tergantung tujuan, fokus/tema dan bahasan blog. Ketiga, blog dibangun apakah bersifat terbuka atau tertutup (eksklusif).

Saya sudah mencoba mengajak anak saya yang kelas 6 SD untuk berani menulis, tapi ternyata tidak semudah yang saya kira. Katanya, sulit menulis kata-kata. Sekalipun sudah saya bujuk, terserah kakak (panggilan untuk dirinya) mau menggunakan bahasa apa?

Seorang blogger memiliki kebebasan berkreasi. Silahkan menggunakan gaya tulisan yang bagaimana? Gaya tulisan dengan Bahasa Indonesia (formal), Bahasa Indonesia dengan gaya tulisan Bahasa Gaul? Gaya tulisan 4Lay? Mengenai yang saya tulis terakhir bisa disimak di blog Abahe Nelly, sekalian belajar bahasa Alay!

Menurut saya, membangun sebuah blog tergantung kepada tujuan, topik bahasan (fokus), lalu siapa pembacanya?

credit: Research Policy
Mengenai pemakaian gaya bahasa tulis, jika sebuah blog yang ditujukan secara terbuka, maka gunakakan bahasa sehari-hari, hindari gaya bahasa tulis 4Lay (alay). Bisa saja blog menggunakan bahasa 4Lay kalau komunitas blogger menghendaki anggotanya demikian (biasanya itu untuk kelompok Blogger ABG, benar nggak ya?) Yang jelas, butuh "riset" untuk mengetahui apa enaknya atau manfaat pemakaian bahasa 4Lay bagi penggunanya.  Jika blog berisi paparan ilmiah, maka gunakanlah gaya tulis bahasa formal. Oke?

Akan tetapi, yang perlu diperhatikan, agar shobat menjadi seorang blogger yang disukai oleh blogger lainnya, maka dalam menulis blog/mengunjungi/membaca blog hindari hal-hal sebagai berikut:

a. Isi tulisan/blog mendiskriditkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan);
b. Copy - paste dari blog lain. Jika harus copy-paste, jangan lupa sebutkan sumbernya;
c. Menulis komentar di blog lain dengan bahasa alay, kecuali dalam satu komunitas;
d. Membiarkan kotak komentar kosong setelah kunjungan shobat.

Share this

10 Responses to "1001 Gaya Bahasa Tulis Blogger"

  1. saya tidak akan mengosongkan kotak komentar ini hehehe... salam blogger :)

    ReplyDelete
  2. Saya sering mengosongkan kotak komentar, hehehe. Bukan karena gak mau, tapi nge-blog kdg nyita waktu. Gak kaya dulu 6 tahun lalu pas ngeblog awal

    ReplyDelete
  3. hehehe... luar biasa mbak afin ini. Masih eksis sampe sekarang. Saya baru 'bangun' dari tidurr, blog-blog saya terlantar, saya tinggalin selama hampir 3 tahun.

    ReplyDelete
  4. Kalo kata seorang temen 4L4Y itu kaya penyakit, bisa menular dengan cepat tapi bisa sembuh dengan sendirinya :D


    Ntw salam kenal sob, salam blogger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga gak ngerti darimana asal usul 4L4y?
      Salam kenal balik, salam Orange!

      Delete
  5. wah .. tersanjung nih namaku disebut di sini, makasih banyak ya,link nya juga Matur nuwun. aku masih belajar ngeblog kok, jd kl bisa ya setiap hari ngeblog, bikin hati senang soalnya, walau akhir akhir ini agak kurang lancar terutama BW nya, jd br bisa hadir di sini

    sepakat dgn endingnya :)

    ReplyDelete
  6. Ngeblog buat belajar nulis plus cari duit Gus :D

    ReplyDelete